Faktakendari.id — Akselerasi peningkatan kapasitas talenta digital nasional guna menyongsong era kedaulatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) terus dipacu oleh pemerintah. Perusahaan teknologi global, Yandex, resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Digital Talent (Digitalent) di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk meluncurkan program pelatihan dan kompetisi machine learning bertajuk “Linear Models in Machine Learning: Fundamentals, Applications, and Competition” secara gratis tanpa draf pungutan biaya.
Bagi kalian para pemuda, mahasiswa, serta profesional progresif yang ingin memperkuat draf kompetensi teknologi masa depan, segera daftarkan diri Anda secepatnya. Panitia membuka waktu pendaftaran yang lumayan panjang, yaitu dari tanggal 29 Juni hingga 19 Juli 2026, dan terbuka lebar untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Program Pelatihan dan Kompetisi sains data ini sangat direkomendasikan kepada kalangan mahasiswa semua semester, wabilkhusus mereka yang menempuh draf jurusan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Draf akses tautan resmi pendaftaran dapat diklik secara langsung melalui link https://s.id/yandex-dts.
“Program ini sengaja kami rancang untuk siapa saja yang memiliki draf semangat tinggi untuk terus belajar, tanpa melihat batasan usia atau latar belakang profesinya. Tahun ini, kami membuka kesempatan emas seluas-luasnya bagi semua orang di Indonesia yang ingin belajar AI dan Machine Learning untuk ikut bergabung bersama kami,” ujar Alexander Popovskiy, CEO Yandex Search, Kamis (2/7/2026).
Kurikulum Berbasis Python dan Kompetisi Online Hackathon
Program ini dirancang secara komprehensif untuk membekali para peserta dengan draf kompetensi mumpuni di bidang Machine Learning, khususnya draf pemanfaatan teknik Linear Regression. Materi kurikulum harian akan mencakup draf pemahaman konsep dasar, teknik penyaringan data (data preprocessing), hingga pemodelan tingkat lanjut menggunakan bahasa pemrograman Python dan library Scikit-learn melalui studi kasus bisnis nyata.
Sistem learning journey yang terstruktur ini disusun bersama oleh BPSDM Komdigi dan Yandex melalui draf kombinasi pembelajaran mandiri (self-paced learning), sesi tatap muka daring bersama mentor (live session), uji coba laboratorium (hands-on lab), penugasan (assignment), hingga draf evaluasi komparatif.
Rangkaian lini masa tahapan program ini terbagi menjadi beberapa draf klaster jadwal penting:
Batch Pertama Bermentor (20 Juli – 23 Agustus 2026): Menjalani empat modul pembelajaran bertahap (satu modul per minggu) dengan draf pendampingan personal dari praktisi ahli machine learning lokal.
Asesmen Akhir: Ujian akhir komparatif yang berisi 40 pertanyaan dengan draf batasan waktu pengerjaan selama 40 menit.
Kompetisi Online Hackathon (4 – 6 September 2026): Ajang kompetisi pembuatan model AI berhadiah bagi peserta yang dinyatakan lulus asesmen akhir.
Batch Mandiri (September – Oktober 2026): Program berkala setiap bulan selama enam minggu bagi peserta yang menggunakan draf skema belajar mandiri tanpa mentor.
Melanjutkan Kesuksesan Rapor Hijau Tahun Dua Ribu Dua Puluh Lima
Kolaborasi ini merupakan draf langkah keberlanjutan pasca kesuksesan besar pada penyelenggaraan tahun 2025 lalu. Pada tahun sebelumnya, program ini sukses menyerap 1.295 peserta serta berhasil melahirkan tiga jawara utama kompetisi Hackathon nasional, beserta puluhan peserta terbaik lainnya yang berhasil mengantongi sertifikat keahlian dan reward kompetensi khusus dari manajemen.
Kebutuhan draf penyerapan tenaga kerja terampil di bidang kecerdasan buatan dinilai sudah sangat mendesak demi menggerakkan roda ekonomi digital tanah air agar mampu bersaing secara global.
“Indonesia membutuhkan jauh lebih banyak talenta Artificial Intelligence, Machine Learning, dan Data Science di berbagai sektor industri strategis, mulai dari sistem transportasi, ketahanan pertanian, layanan kesehatan, hingga sektor prioritas lainnya,” jelas Bonifasius Pudjianto, Ph.D, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital.
Bonifasius menambahkan bahwa draf pelatihan hasil kerja sama Yandex dan Komdigi ini memberikan draf fondasi administratif dan teknis yang sangat kuat bagi para peserta untuk menciptakan dampak nyata bagi ekosistem AI nasional melalui pendekatan belajar yang inklusif.
*(Drw)













