Daya Beli Terjaga, Sektor Otomotif Tumbuh 12,2 Persen di Tengah Optimisme Kabinet Prabowo

Realisasi Pajak 2025 Belum Capai Target Maksimal
Gaya Ceplas-Ceplos Menkeu Purbaya Dibandingkan dengan Gus Dur dan Rizal Ramli/(instagram )

Faktakendari.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan sikap optimis dalam Sidang Kabinet di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026). Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, ia menyindir sejumlah pengamat yang menyebut ekonomi Indonesia sedang morat-marit atau memasuki fase resesi.

Purbaya menegaskan bahwa narasi negatif yang beredar luas, terutama di media sosial seperti TikTok, tidak berdasar dan jauh dari kenyataan data lapangan. Menurutnya, indikator ekonomi makro Indonesia saat ini justru menunjukkan tren penguatan yang signifikan di berbagai sektor fundamental.

Indikator Manufaktur dan Daya Beli Menguat

Berdasarkan data yang dirilis pada Sabtu (14/3/2026), Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Februari 2026 tercatat mencapai angka 53,8. Angka ini merupakan level ekspansi tertinggi dalam periode terakhir, yang menandakan aktivitas produksi nasional sedang dalam fase sangat produktif.

Selain itu, sektor otomotif mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 12,2 persen. Lonjakan ini menjadi bukti nyata bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga dan kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi domestik masih sangat tinggi, bertolak belakang dengan klaim resesi yang dihembuskan pihak tertentu.

Inflasi Inti Tetap Terkendali

Menanggapi angka inflasi yang menyentuh 4,76 persen, Menkeu memberikan penjelasan teknis. Ia menyebutkan bahwa angka tersebut sempat terdistorsi oleh kebijakan penyesuaian subsidi listrik pada tahun lalu. Namun, jika dilihat secara mendalam, inflasi inti sebenarnya masih sangat terkendali di bawah target pemerintah.

“Data berbicara sebaliknya dari narasi di media sosial. Sektor riil kita bergerak, manufaktur ekspansif, dan konsumsi rumah tangga tetap kuat,” tegas Purbaya. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas fiskal dan memastikan momentum pertumbuhan ekonomi ini berlanjut hingga akhir tahun 2026.

(*Drw)