Faktakendari.id — Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak ke Cebu, Filipina, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang akan berlangsung pada 7-8 Mei 2026. Kehadiran Presiden dalam forum bertajuk “Navigating Our Future Together” ini menjadi krusial di tengah memanasnya suhu geopolitik global yang berdampak pada stabilitas kawasan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa agenda utama KTT kali ini adalah mengantisipasi dampak domino dari ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terhadap Asia Tenggara. Fokus diskusi akan mencakup upaya menjaga ketahanan energi dan pangan di tengah ketidakpastian dunia.
Agenda Strategis dan Stabilitas Keamanan Regional
Rangkaian pertemuan akan dimulai pada 7 Mei melalui sidang tingkat menteri luar negeri, termasuk ASEAN Political Security Community Council Meeting. Presiden Prabowo sendiri diundang untuk mengikuti sesi ASEAN Plenary dan Retreat Session guna merumuskan respons bersama terhadap ancaman krisis global.
Indonesia berkomitmen menyuarakan pentingnya solidaritas antarnegara anggota agar kawasan tidak terjebak dalam kepentingan kekuatan besar. Kesatuan ASEAN dianggap sebagai instrumen terkuat dalam menjaga keberlangsungan hidup ratusan juta rakyat di wilayah ini dari ancaman krisis ekonomi dan energi.
Fokus Domestik: Rp4 Triliun untuk Perlintasan Kereta
Di sela persiapan agenda internasional, koordinasi internal pemerintah terkait infrastruktur keselamatan terus dikebut. Berdasarkan hasil komunikasi antara Presiden Prabowo dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, pemerintah pusat telah menyiapkan langkah konkret terkait keselamatan transportasi darat.
Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp4 triliun yang dikhususkan untuk perbaikan serta pembenahan pintu perlintasan kereta api di berbagai wilayah di Indonesia. Alokasi dana ini merupakan respon cepat pemerintah untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang yang masih menjadi catatan serius bagi keselamatan publik.
*(Drw)













