Faktakendari.id, NASIONAL – Lembaga riset Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS-Great Edunesia) mendorong percepatan pengesahan revisi UU Sisdiknas guna menggantikan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
IDEAS menilai aturan baru ini krusial sebagai fondasi utama untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul dalam menyongsong satu abad kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045.
“Undang-Undang Sisdiknas baru harus menjadi fondasi lompatan besar pendidikan nasional demi mewujudkan keadilan pendidikan dari Sabang sampai Merauke, dari kota hingga pelosok desa,” ujar Direktur Advokasi Kebijakan IDEAS, Agung Pardini, dalam keterangan tertulis, Rabu (23/7/2025).
IDEAS menggarisbawahi tiga fokus utama dalam revisi UU Sisdiknas, yaitu pemerataan kualitas pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, serta pembelajaran yang memberdayakan. Ketiga isu ini dinilai sebagai simpul strategis dalam memperbaiki struktur pendidikan yang masih timpang.
Dalam kajiannya terhadap Rapor Pendidikan Indonesia 2024, IDEAS mencatat ketimpangan kualitas pendidikan yang mencolok antarwilayah, khususnya antara daerah urban dan rural, serta antara sekolah umum dan madrasah.
Wilayah Timur Indonesia, seperti Maluku dan Papua, tertinggal secara signifikan dalam 14 indikator pendidikan. Data Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) tahun 2024 pun menunjukkan hanya 8,85 tahun secara nasional, setara dengan jenjang SMP.
“Rendahnya RLS menunjukkan masih terbatasnya akses dan mutu pendidikan di banyak wilayah. Kami mengusulkan revisi pasal 6, 11, 34, dan 50 dalam UU Sisdiknas untuk mewujudkan wajib belajar 13 tahun dan menjamin layanan pendidikan merata, termasuk di wilayah terpencil,” lanjut Agung.
Selain itu, masalah kesejahteraan guru turut disorot. IDEAS menyebut bahwa 56 persen guru di Indonesia, atau sekitar 2 juta dari total 3,7 juta, masih berstatus honorer. Mayoritas dari mereka menggantungkan penghasilan dari dana BOS yang tidak mencukupi standar kelayakan hidup.
“Revisi UU Sisdiknas harus pula menjawab krisis kesejahteraan guru, yang menjadi ujung tombak dalam sistem pendidikan nasional,” tutup Agung.
Dengan revisi yang menyentuh aspek struktural dan kesejahteraan ini, IDEAS berharap Indonesia memiliki sistem pendidikan yang inklusif, adil, dan siap bersaing di tingkat global.













