Update 2026: Strategi Kapolri Listyo Sigit Hadapi Jaringan Narkoba Internasional

Etika Komite Reformasi Polri: Antara Koreksi dan Delegitimasi
Ir. R Haidar Alwi, MT.,(Dok. Ist)

Faktakendari.id – Keberhasilan Polri dalam mengungkap jaringan narkoba di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai bukan sekadar soal statistik penangkapan. Ir. R. Haidar Alwi, MT, menegaskan bahwa setiap operasi yang sukses merupakan langkah strategis negara dalam menyelamatkan masa depan generasi muda dan menjaga ketahanan sosial bangsa dari ancaman senyap yang merusak.

Menurut Haidar Alwi, dalam tulisannya pada Minggu (12/4/2026), pengungkapan kasus narkoba saat ini jauh lebih kompleks karena jaringan kriminal telah bergerak lintas negara dengan metode digital dan laboratorium terselubung. “Negara yang mampu menggagalkan peredaran narkotika sebelum masuk ke masyarakat sedang memastikan bangsa ini tidak kehilangan generasi terbaiknya,” tulis Haidar.

Statistik Pengungkapan: Menahan Bencana Nasional

Sejak 2021, Polri memperlihatkan penguatan kapasitas penindakan yang konsisten. Data menunjukkan peningkatan tajam pada tahun 2025, di mana Polri mencatat 48.592 kasus dengan total barang bukti mencapai 590 ton senilai Rp41 triliun. Hingga April 2026, operasi wilayah terus berjalan, termasuk penyitaan 67 kilogram sabu di Merak dan pembongkaran jaringan di Bali.

TahunJumlah KasusNilai Barang BuktiKlaim Jiwa Terselamatkan
202119.229Rp11,66 Triliun39,24 Juta
202233.169Rp11,02 Triliun104,4 Juta
202339.000Rp12,8 Triliun35,7 Juta
202442.824Rp8,6 Triliun40,4 Juta
Total> Rp85 Triliun219,74 Juta

Investasi Sosial dan Kehadiran Presiden Prabowo

Puncak penguatan komitmen negara terlihat pada 29 Oktober 2025, saat Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di Mabes Polri untuk memusnahkan 214,84 ton narkoba senilai Rp29,37 triliun. Kehadiran Presiden menunjukkan bahwa perang melawan narkoba adalah agenda prioritas dalam Kabinet Merah Putih.

Haidar Alwi menekankan bahwa nilai keberhasilan Polri tidak bisa diukur hanya dengan materi. “Uang bisa dihitung, tetapi generasi yang tidak hancur akibat narkoba tidak punya harga pasar,” pungkasnya. Apresiasi tinggi diberikan kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran personel lapangan yang bekerja di garis depan sebagai benteng pelindung kualitas manusia Indonesia di masa depan.

*(Drw)