faktakendari.id, NASIONAL –ICEF-IPFE 2025 resmi digelar di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 30 Juli – 1 Agustus 2025.
Pameran ini merupakan kolaborasi antara LKPP, Kadin Indonesia, IAPI, dan PT Satu Tujuan Event untuk memperkuat pengadaan digital melalui e-Katalog Versi 6 (V6).
Frasa kunci “e-Katalog V6 LKPP” menjadi sorotan utama karena perannya dalam meningkatkan efisiensi belanja pemerintah. Nilai transaksinya melonjak dari Rp83,6 triliun pada 2022, menjadi Rp196,7 triliun pada 2023, dan Rp223,81 triliun pada kuartal ketiga 2024.
LKPP mencatat lebih dari 3,5 juta produk tersedia di e-Katalog V6 hingga akhir 2024.
Jumlah tersebut terdiri dari:
2,9 juta produk termigrasi
615 ribu produk hasil kurasi
Pencapaian ini memperlihatkan keberhasilan digitalisasi pengadaan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Kepala LKPP Hendrar Prihadi, ICEF-IPFE 2025 adalah ruang strategis bagi pelaku usaha dan UMKM untuk berkontribusi dalam sistem pengadaan berbasis digital.
“ICEF-IPFE 2025 menjadi ruang solusi bersama untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus memaksimalkan potensi digitalisasi pengadaan barang/jasa bagi pertumbuhan ekonomi,” jelas Hendrar saat pembukaan pameran, Rabu (30/7/2025).
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Konstruksi dan Infrastruktur, Erwin Aksa, menilai pameran ini sebagai langkah nyata memperkuat industri lokal.
“ICEF-IPFE adalah langkah konkret untuk memperkuat industri lokal, menciptakan lapangan kerja, dan memperbesar investasi di Indonesia,” ungkapnya.
Ketua Umum IAPI, Andi Zabur Rahman, menambahkan bahwa sejak 2014, IPFE telah menjadi forum profesional pengadaan. Dengan dukungan Kadin, dampaknya akan semakin luas terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan penyedia lokal.
Bambang Setiawan, Direktur Utama PT Satu Tujuan Event, menegaskan ICEF-IPFE bukan hanya pameran biasa.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta mendapatkan pengalaman edukatif, membuka peluang bisnis nyata, serta berkontribusi langsung dalam percepatan digitalisasi pengadaan,” jelasnya.
Selama tiga hari, ICEF-IPFE 2025 menghadirkan berbagai agenda penting, seperti:
Temu bisnis (business matching)
Workshop teknis
Bimbingan teknis
Sertifikasi kompetensi di bidang pengadaan
Selain itu, diskusi mendalam akan membahas enam sektor prioritas nasional:
Pangan dan ketahanan pangan
Industrialisasi dan hilirisasi
Pendidikan dan pengembangan SDM
Kesehatan dan gizi nasional
Digitalisasi dan teknologi
Jasa konstruksi dan perumahan
Dengan program komprehensif ini, ICEF-IPFE 2025 diyakini mampu memperkuat transformasi digital pengadaan nasional dan mendukung visi Indonesia Emas.













