Dampak Perang Timur Tengah, Harga BBM Diesel Pertamina Naik Hampir Rp10 Ribu

Stok LPG Sulawesi Utara Ditambah Jelang Natal 2025
/(Ilustrasi/@pixabay)

Faktakendari.id – PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di seluruh wilayah Indonesia mulai hari ini, Sabtu (18/4/2026). Langkah ini memicu kenaikan harga yang sangat signifikan, terutama untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Keputusan ini diambil setelah sebelumnya Pertamina sempat menahan harga pada awal bulan April. Mengutip laman resmi MyPertamina, penyesuaian drastis ini tidak dapat dihindari lagi akibat volatilitas harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah. Pertamina menyebutkan langkah ini krusial untuk menjaga keseimbangan ekonomi perusahaan dan menjamin ketersediaan pasokan energi nasional.

Daftar Kenaikan Harga Signifikan per 18 April

Lonjakan harga paling terasa pada kategori bahan bakar mesin diesel dan kendaraan spesifikasi tinggi. Berikut adalah rincian perbandingan harga untuk wilayah Jabodetabek:

Jenis BBMHarga LamaHarga BaruSelisih Kenaikan
Pertamax TurboRp 13.100Rp 19.400+ Rp 6.300
DexliteRp 14.200Rp 23.600+ Rp 9.400
Pertamina DexRp 14.500Rp 23.900+ Rp 9.400

Kabar baik bagi pengguna kendaraan harian, harga Pertamax tetap stabil di angka Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan di harga Rp 12.900 per liter untuk wilayah Jawa.

Variasi Harga Antar Wilayah di Indonesia

Perbedaan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) di masing-masing provinsi menyebabkan variasi harga di berbagai daerah:

  • Pulau Jawa & Bali: Menjadi wilayah dengan harga terendah, di mana Pertamax Turbo dibanderol Rp 19.400 dan Pertamina Dex Rp 23.900.

  • Sumatera (Aceh, Sumut, Sumsel): Pertamax Turbo mencapai Rp 19.850 dan Dexlite Rp 24.150.

  • Riau & Kepulauan Riau: Mencatatkan harga lebih tinggi dengan Pertamax Turbo seharga Rp 20.250 dan Pertamina Dex Rp 24.950.

  • Kawasan FTZ (Batam & Sabang): Tetap mendapatkan harga khusus yang lebih rendah karena kebijakan zona perdagangan bebas.

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau aplikasi MyPertamina guna mendapatkan informasi harga terkini di lokasi masing-masing, mengingat fluktuasi energi dunia yang masih sangat dinamis dan sulit diprediksi.

*(Drw)