Pantau Simpul Transportasi Jatim, Kapolri Prediksi Puncak Arus Mudik Mulai 17 Maret

Kapolri Instruksikan Polisi Jangan Tunggu Viral Baru Gerak
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo/net.

Faktakendari.id – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Terminal Purabaya, Sidoarjo, pada Minggu (15/3/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas keamanan serta standar pelayanan bagi masyarakat yang mulai memadati simpul transportasi utama di Jawa Timur tersebut.

Kapolri memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 17 hingga 20 Maret mendatang. Sebagai langkah preventif menekan angka kecelakaan lalu lintas, Polri mewajibkan prosedur ramp check atau pemeriksaan kelaikan kendaraan secara ketat pada setiap armada bus yang akan diberangkatkan.

Wajib Tes Urine bagi Sopir Bus

Selain kelaikan armada, faktor manusia menjadi perhatian utama Jenderal Sigit. Para sopir bus diwajibkan menjalani tes urine guna memastikan mereka dalam kondisi fit dan bebas dari pengaruh narkotika maupun obat-obatan terlarang saat membawa penumpang. Hal ini merupakan bagian dari prosedur keselamatan kerja di sektor transportasi publik.

“Keselamatan pemudik adalah prioritas utama. Kita pastikan kendaraannya layak jalan dan pengemudinya dalam kondisi prima melalui tes urine dan pemeriksaan kesehatan berkala,” tegas Jenderal Listyo Sigit di sela peninjauannya.

Respons Cepat Keluhan Penumpang

Dalam arahannya, Kapolri meminta petugas di lapangan untuk merespons cepat setiap keluhan yang masuk dari para penumpang. Beliau juga menitipkan pesan khusus kepada para sopir bus untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah dan menyarankan penggunaan sopir cadangan untuk perjalanan jarak jauh.

Sinergi antara aparat kepolisian, pengelola terminal, dan operator bus diharapkan mampu menciptakan suasana mudik yang aman dan nyaman. Tujuannya adalah memastikan masyarakat dapat tiba di kampung halaman dengan selamat dan merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan bahagia.

(*Drw)