Hukum  

Update KPK 2026: Satgas Antirasuah Selidiki Dugaan Investasi Bodong Anak Usaha Telkom

Dian Siswarini Resmi Jabat Direktur Utama Telkom Indonesia
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil mencatakan kinerja yang positif di kuartal I 2025/net.

Faktakendari.id – Telkom Indonesia kini tengah dirundung masalah berat setelah satu per satu dugaan kebobrokan dalam pengelolaan investasinya muncul ke permukaan. Setelah kasus investasi TaniHub senilai Rp400 miliar dan proyek fiktif Rp431 miliar yang disidik Kejati Jakarta, kini muncul deretan kasus baru yang melibatkan anak dan cucu perusahaan BUMN telekomunikasi tersebut.

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, mengungkapkan pada Kamis (2/4/2026) bahwa saat ini terdapat setidaknya 15 investigasi atas investasi Telkom Group yang sedang ditelaah oleh Satgas Pemberantasan Korupsi KPK. Telkom, melalui MDI Ventures, diduga telah menggelontorkan triliunan rupiah ke berbagai startup yang berakhir pada kerugian fatal.

Daftar Investasi Bermasalah: KoinWorks hingga CXA

Berdasarkan data yang dihimpun Tim SDR dari lingkungan KPK, kesimpulan awal menunjukkan sekitar 65% investasi yang dilakukan diduga “menguap” begitu saja. Beberapa kasus menonjol di antaranya adalah investasi pada fintech lending KoinWorks yang dipimpin MDI Ventures pada 2022, di mana kerugian ditaksir mencapai Rp400 miliar. Kasus ini disinyalir melibatkan sejumlah petinggi di Grup Telkom.

Selain itu, investasi di platform kesehatan Alodokter juga menjadi sorotan. Telkom Group tercatat beberapa kali menyuntikkan dana hingga total lebih dari Rp466,5 miliar melalui MDI Ventures, namun hasil penyisiran Satgas menunjukkan kerugian ratusan miliar rupiah. Hal serupa terjadi pada platform ekosistem kesehatan CXA yang disuntik modal sebesar US$25 juta (sekitar Rp356 miliar) pada 2019, namun investasinya dinilai amburadul.

Respons Direksi Telkom

Menanggapi berbagai temuan tersebut, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, menyatakan bahwa dirinya tidak terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan terkait berbagai investasi bodong tersebut. Ia berjanji akan melakukan pembenahan internal untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Saya tak terlibat dalam pengambilan keputusan. Kedepan akan kami pastikan tak terulang lagi,” ujar Ririek kepada wartawan. Hingga saat ini, tim Satgas KPK terus melakukan pendalaman dokumen dan pemeriksaan saksi-saksi guna mengungkap jejaring korupsi yang diduga telah merugikan negara dalam skala triliunan rupiah melalui skema investasi modal ventura ini.

*(Drw)