Hukum  

Dewan Pembina IA-ITB: Pengamanan Objek Vital Energi Oleh Polri Adalah Kunci Stabilitas

Polemik Perpol 25/2025: Haidar Alwi Soroti Kesalahan KRP
Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi/Dokpri.

Faktakendari.id – Ir. R. Haidar Alwi, MT – Presiden Haidar Alwi Care dan Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, menegaskan bahwa energi adalah fondasi utama negara modern yang kini telah bergeser menjadi bagian dari sistem keamanan nasional. Lonjakan harga global dan tekanan rantai pasok menempatkan Indonesia dalam situasi rentan, meskipun di permukaan terlihat terkendali.

Haidar menekankan bahwa gangguan pada energi tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi menjalar ke stabilitas sosial dan legitimasi negara. “Energi bukan hanya soal pasokan dan harga. Ia adalah sistem yang menopang stabilitas negara. Ketika energi terganggu, maka yang runtuh adalah kepercayaan publik dan ketenangan sosial,” tegas Haidar Alwi di Jakarta pada Jumat (3/4/2026).

Arsitektur Keamanan Energi dan Peran Polri

Dalam kerangka national energy security, energi merupakan aset strategis yang menentukan daya tahan bangsa. Di titik inilah, Haidar menilai peran Polri menjadi sangat krusial melalui pengamanan Objek Vital Energi Nasional, mulai dari kilang minyak hingga jaringan distribusi. Kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dipandang sebagai stabilizer yang memastikan sistem kehidupan negara tetap berjalan normal.

Stabilitas energi yang dirasakan masyarakat saat ini bukan terjadi secara alami, melainkan hasil dari sistem pengamanan yang bekerja di balik layar. Polri memastikan distribusi tidak terganggu oleh faktor internal maupun eksternal, sehingga ketersediaan BBM dan listrik tetap terjaga meski negara sedang menghadapi tekanan fiskal yang besar akibat kenaikan harga minyak mentah dunia.

Menghadapi Ancaman Hybrid Warfare Energi

Ancaman terhadap energi kini berkembang menjadi hybrid warfare, di mana gangguan bisa muncul melalui sabotase, serangan siber, hingga manipulasi informasi. Haidar memuji pendekatan Polri di bawah Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang kini lebih adaptif dan prediktif berbasis deteksi dini untuk memitigasi risiko sebelum berubah menjadi krisis sosial yang luas.

Sebagai penutup, Haidar Alwi mengingatkan bahwa stabilitas energi hari ini adalah tanda bahwa tekanan sedang ditahan oleh kebijakan fiskal negara. Oleh karena itu, sinergi antara kebijakan ekonomi dan stabilitas keamanan yang dijaga Polri menjadi harga mati agar kedaulatan bangsa tetap tegak.

“Keamanan energi adalah wajah baru kedaulatan bangsa, dan Polri memainkan peran itu secara nyata,” pungkasnya.

*(Drw)