Update ESDM 2026: Kilang RDMP Pertamina Perkuat Produksi Bensin dan Solar Mandiri

Bahlil Wajibkan Swasta Serap BBM Dalam Negeri
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia/(Instagram)

Faktakendari.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak mengubah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di tengah eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kepastian ini disampaikan Bahlil dalam konferensi pers virtual dari Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).

Meskipun harga minyak dunia fluktuatif, fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga daya beli masyarakat melalui stabilitas harga subsidi. Bahlil menjamin bahwa stok energi nasional dalam kondisi aman dan meminta masyarakat untuk tetap tenang menghadapi dinamika global yang terjadi saat ini.

Diversifikasi Pasokan Energi dari Amerika Serikat

Guna mengantisipasi gangguan rantai pasok dari Timur Tengah, pemerintah bergerak cepat mencari sumber energi alternatif. Bahlil mengungkapkan bahwa Indonesia telah mendapatkan mitra pemasok baru, salah satunya adalah Amerika Serikat untuk memenuhi kebutuhan LPG nasional yang selama ini bergantung sekitar 20% dari Timur Tengah.

“Atas arahan Bapak Presiden, kita mencari sumber pasokan lain untuk menggantikan yang dari Timur Tengah. Alhamdulillah sudah didapat, jadi insya Allah tidak perlu ada keraguan lagi terkait ketersediaan stok nasional kita,” jelas Bahlil menanggapi kekhawatiran publik.

Kemandirian Lewat Kilang RDMP Pertamina

Ketahanan energi dalam negeri semakin diperkuat dengan beroperasinya proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina yang diresmikan Januari 2026. Fasilitas ini diproyeksikan mampu memproduksi bensin sebanyak 5,6 juta kiloliter dan solar 4,5 juta kiloliter secara mandiri, sehingga menggeser struktur impor dari produk jadi menjadi minyak mentah (crude).

Terkait harga BBM nonsubsidi, pemerintah masih melakukan pemantauan mendalam terhadap pasar global. Bahlil menyatakan pembahasan final akan dilakukan sekembalinya tim ke Jakarta dengan harapan jika ada penyesuaian, besarannya tidak akan signifikan dan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi yang wajar bagi masyarakat pengguna BBM nonsubsidi.

*(Drw)