IDXTRANS Kontraksi 3,86 Persen, Sektor Energi dan Industri Bebani Laju IHSG Siang Ini

Kemenkop Gelar Pelatihan Koperasi untuk Perajin Tenun NTT
Kekuatan Ekonomi/(ilustrasi/@pixabay)

Faktakendari.id – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal menunjukkan performa positif pada perdagangan sesi I, Selasa (31/3/2026). Indeks terpaksa parkir di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,53 persen atau turun ke level 7.053,776. Tekanan jual yang masif di berbagai sektor menjadi beban utama bagi bursa domestik siang ini.

Dari total sektor yang ada, sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) mencatat kontraksi paling parah sebesar 3,86 persen. Pelemahan ini diikuti oleh sektor energi (IDXENERGY) yang turun 1,69 persen serta sektor industri sebesar 1,45 persen, seiring dengan kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi global.

Aksi Jual Asing dan Depresiasi Rupiah

Saham-saham blue chip perbankan seperti BBCA dan BBRI memang mencatat transaksi besar di pasar reguler, namun volume tersebut belum mampu menahan aksi jual investor asing. Para pelaku pasar luar negeri cenderung bersikap berhati-hati merespons depresiasi nilai tukar rupiah yang masih fluktuatif terhadap dolar AS sepanjang sesi perdagangan pagi tadi.

Meski mayoritas saham melemah, sektor konsumsi non-siklikal (IDXNONCYC) masih mampu mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,94 persen. Sektor ini menjadi satu-satunya penahan kejatuhan indeks yang lebih dalam di tengah sentimen negatif yang mendominasi lantai bursa pada penutupan bulan Maret ini.

Prediksi IHSG Hingga Penutupan Sore

Analis pasar modal memprediksi IHSG masih akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah hingga penutupan perdagangan sore nanti. Tekanan pada indeks LQ45 yang juga terpantau melemah 0,33 persen pada jeda siang ini menjadi indikator bahwa minat beli investor institusi masih terbatas.

Pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap sentimen global, terutama data inflasi mancanegara dan kebijakan suku bunga. Strategi wait and see dinilai paling tepat dilakukan sambil mencermati pergerakan teknis indeks yang saat ini tengah menguji level support psikologis di kisaran 7.050.

*(Drw)