Update Pasca Operasi Ketupat: Polri Lanjutkan Pengamanan KRYD Hingga 29 Maret 2026

Kapolri Instruksikan Polisi Jangan Tunggu Viral Baru Gerak
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo/net.

Faktakendari.id – Berakhirnya Operasi Ketupat 2026 pada Rabu (25/3/2026) menyisakan catatan positif bagi Korlantas Polri. Berdasarkan data aplikasi Integrated Road Safety Management System (IRSMS), angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran tahun ini tercatat menurun drastis.

Keberhasilan ini memicu apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya Presiden Perkumpulan Praktisi Hukum dan Ahli Hukum Indonesia (Petisi Ahli), Pitra Romadoni Nasution. Ia menilai performa Polri tahun ini menunjukkan dedikasi tinggi dalam melindungi masyarakat.

Penurunan Fatalitas Hingga 30,41 Persen

Pitra menyoroti bahwa capaian ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari strategi matang di lapangan. Berdasarkan data resmi, terdapat penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas hingga 30,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Indikator utama keberhasilan ini adalah keselamatan jiwa pemudik. Ini menunjukkan bahwa strategi pengamanan, rekayasa lalu lintas, dan pendekatan humanis yang dilakukan berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Pitra dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2026).

Efektivitas One Way dan Strategi KRYD

Penerapan skema One Way Nasional dan inovasi One Way Sepenggal Presisi dinilai ampuh mengurai kepadatan meski terjadi lonjakan volume kendaraan yang ekstrem. Meski Operasi Ketupat telah ditutup, Polri tetap melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026.

Langkah ini diambil sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingat masih adanya beban arus balik sekitar 42,29 persen atau setara 1,4 juta kendaraan yang belum kembali ke Jakarta. Pitra mendukung penuh perpanjangan pengamanan ini guna memastikan sisa pemudik tetap mendapatkan pelayanan maksimal.

(*Drw)