Realisasi Kredit UMKM Baru 19,4 Persen, Menteri Maman Abdurrahman Dorong Perbankan Tingkatkan Target Penyaluran Non-KUR

Kemenkop Gelar Pelatihan Koperasi untuk Perajin Tenun NTT
Kekuatan Ekonomi/(ilustrasi/@pixabay)

Faktakendari.id – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengungkapkan keprihatinannya atas masih rendahnya serapan kredit perbankan nasional untuk sektor usaha kecil di luar skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga akhir tahun 2025, realisasi kredit untuk sektor UMKM baru menyentuh angka 19,4 persen. Angka ini dinilai masih jauh dari target ambisius sebesar 25 persen yang telah dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Kondisi ini menjadi sinyal kuat bagi industri perbankan nasional untuk lebih adaptif dalam merespons kebutuhan modal para pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Ketimpangan Distribusi Kredit Perbankan

Menteri Maman menyoroti adanya ketimpangan yang tajam dalam distribusi dana perbankan di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa dari total alokasi kredit yang mencapai triliunan rupiah, mayoritas dana justru terserap oleh segelintir korporasi besar.

Keterbatasan akses modal ini membuat pelaku UMKM sulit untuk naik kelas atau mengembangkan skala usahanya. “Kondisi ini membuat pelaku UMKM sulit berkembang karena keterbatasan modal,” tegas Maman sebagaimana dilansir pada Minggu (1/3/2026).

Sebagai bentuk tindak lanjut, pemerintah berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema pembiayaan di luar KUR. Tujuannya agar perbankan lebih berani mengucurkan dana kepada sektor produktif berskala menengah dan kecil.

KUR 2026 Ditargetkan Rp295 Triliun

Sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi hambatan modal tersebut, pemerintah terus mengandalkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai ujung tombak pembiayaan mikro.

Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah secara resmi meningkatkan target penyaluran KUR menjadi Rp295 triliun. Target ini diharapkan dapat menjangkau lebih dari satu juta debitur baru di seluruh pelosok Indonesia.

Peningkatan target KUR ini diharapkan mampu menopang daya tahan UMKM di tengah dinamika ekonomi global serta mendorong target serapan kredit 25 persen pada tahun-tahun mendatang dapat segera terealisasi.

(*Drw)