Lawan Stunting dengan Data: Telkom Indonesia Luncurkan Platform Stunting Action Hub di 9 Provinsi Prioritas

Dian Siswarini Resmi Jabat Direktur Utama Telkom Indonesia
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil mencatakan kinerja yang positif di kuartal I 2025/net.

Faktakendari.id – Indonesia terus berpacu dengan waktu dalam mencetak generasi unggul guna menyongsong Indonesia Emas 2045. Namun, tantangan besar masih membayangi di mana statistik menunjukkan satu dari lima balita di tanah air masih mengalami stunting.

Menjawab persoalan fundamental ini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melakukan gebrakan melalui integrasi bantuan nutrisi fisik dengan teknologi digital. Program ini dirancang bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan intervensi berkelanjutan yang terukur secara presisi, sebagaimana dilansir pada 28 Februari 2026.

Stunting Action Hub: Pemantauan Gizi Real-Time

Kunci dari efektivitas program Telkom terletak pada penggunaan platform Stunting Action Hub. Alat digital ini berfungsi memantau parameter vital anak, mulai dari tinggi badan hingga status gizi secara real-time.

Dengan data yang terstruktur, pemerintah dan pihak terkait dapat mengevaluasi efektivitas intervensi gizi di sembilan provinsi prioritas, termasuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan. Kehadiran ekosistem data ini memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan bagi tumbuh kembang anak.

Ekosistem Data Sebagai Kunci Keberhasilan

SGM Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menegaskan bahwa pemberian bantuan logistik makanan saja tidak akan cukup tanpa didukung oleh ekosistem data yang kuat. Hingga awal tahun 2026, ribuan anak dilaporkan telah merasakan manfaat langsung dari program pemantauan berbasis digital ini.

“Logistik saja tidak cukup tanpa ekosistem data yang kuat. Teknologi adalah kunci dalam menyelesaikan masalah kemanusiaan yang mendasar,” tegas Hery.

Mendukung Target Nasional dan SDGs

Langkah strategis Telkom ini sejalan dengan target nasional pemerintah untuk menurunkan angka stunting hingga 14%. Selain itu, inisiatif ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera.

Kolaborasi antara kekuatan infrastruktur digital telekomunikasi dan aksi lapangan ini membuktikan bahwa visi Indonesia Emas 2045 kian realistis. Dengan pemantauan berbasis data, penciptaan sumber daya manusia yang berdaya saing global bukan lagi sekadar impian, melainkan target yang terukur dan dapat dicapai.

(*Drw)