Strategi Bea Cukai Amankan Pendapatan Rp336 Triliun: Andalkan AI dan Fokus Ekspor Tambang

Bea Cukai Targetkan Rp336 Triliun di Tahun 2026
Bea Cukai/(instagram)

Faktakendari.id, NASIONAL – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menetapkan strategi agresif pada tahun 2026 untuk mengamankan pendapatan negara dengan target sebesar Rp336 triliun. Fokus utama otoritas kepabeanan tahun ini diarahkan pada pengawasan ketat terhadap komoditas ekspor strategis, khususnya emas dan batu bara, yang menjadi pilar ekonomi nasional.

Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada kebocoran penerimaan dari sektor perdagangan internasional. Bea Cukai kini beralih menggunakan integrasi teknologi canggih untuk memantau arus barang keluar-masuk secara real-time, sehingga potensi kerugian negara akibat praktik ilegal dapat ditekan seminimal mungkin.

“Penggunaan teknologi ini penting untuk memastikan kepatuhan pelaku usaha tanpa harus menaikkan tarif pajak secara membebani,” tulis laporan strategi DJBC yang dilansir pada Jumat (2/1/2026).

Penerapan AI Smart Customs dan Modernisasi Laboratorium

Untuk meminimalisir kecurangan seperti salah deklarasi (misdeclaration) atau penurunan nilai barang (undervaluation), Bea Cukai resmi menerapkan sistem Smart Customs. Teknologi berbasis Kecerdasan Buatan (AI) ini digunakan untuk melakukan profiling risiko secara presisi terhadap setiap dokumen perdagangan yang masuk ke sistem.

Dengan bantuan AI, penelitian terhadap perjanjian dagang bebas (FTA) kini dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Selain inovasi digital, pemerintah juga melakukan modernisasi pada laboratorium Balai Laboratorium Bea dan Cukai (BLBC). Hal ini bertujuan untuk memastikan kadar dan kualitas barang tambang yang diekspor telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Berikut adalah poin-poin utama strategi Bea Cukai di tahun 2026:

  • Target Pendapatan: Mengamankan Rp336 triliun untuk kas negara.

  • Komoditas Prioritas: Pengawasan intensif pada ekspor emas dan batu bara.

  • Teknologi Smart Customs: Pemanfaatan AI untuk deteksi dini manipulasi dokumen.

  • Modernisasi BLBC: Uji laboratorium yang lebih akurat untuk produk pertambangan.

  • Pemberantasan Ilegal: Operasi pasar terpadu untuk rokok dan miras ilegal tetap menjadi agenda rutin.

Melalui kombinasi teknologi digital dan penguatan fisik di lapangan, pemerintah optimis tingkat kepatuhan eksportir dan importir akan meningkat. Strategi ini diharapkan tidak hanya mengamankan target pendapatan negara, tetapi juga menciptakan iklim perdagangan internasional yang lebih sehat dan kompetitif bagi pelaku usaha di Indonesia.

(*Drw)