Faktakendari.id, NASIONAL – Sebuah insiden kebakaran melanda salah satu akomodasi di kawasan wisata Jalan Raya Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (1/1/2026) ini menghanguskan sebagian bangunan vila, termasuk area dapur dan gudang penyimpanan, di saat kawasan tersebut sedang ramai dikunjungi wisatawan libur awal tahun.
Berdasarkan laporan pihak berwenang, api pertama kali terdeteksi muncul dari bagian instalasi listrik atau NCB. Kobaran api kemudian merambat dengan cepat ke bagian atap yang materialnya mudah terbakar. Saat kejadian berlangsung, vila tersebut diketahui sedang disewa oleh warga negara asing (WNA).
Melihat api yang membesar, para karyawan vila bersama warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, karena api kian sulit dikendalikan, pihak pengelola segera menghubungi layanan darurat 112 untuk meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Petugas Damkar Ciawi Berhasil Lokalisir Api
Setelah menerima laporan, tim dari Damkar Sektor Ciawi segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Berkat kesigapan petugas, api berhasil dilokalisir sehingga tidak merambat ke bangunan penginapan lain yang berada di sekitarnya.
Meskipun kerugian materiil mencakup bangunan seluas puluhan meter, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Para tamu WNA yang berada di lokasi berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman sebelum api melahap bagian utama bangunan.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait insiden kebakaran di Puncak:
Lokasi Kejadian: Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor.
Waktu Kejadian: Kamis, 1 Januari 2026.
Penyebab: Diduga akibat hubungan arus pendek pada instalasi listrik (NCB).
Dampak: Kerusakan pada area dapur, gudang, dan atap vila.
Korban: Nihil (tidak ada korban jiwa).
Kawasan Cisarua Bogor memang kerap mengalami lonjakan kunjungan pada musim liburan. Pihak kepolisian dan Damkar mengimbau para pemilik penginapan untuk rutin mengecek kelaikan instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi sudah kembali kondusif, meski kerugian materiil ditaksir mencapai angka yang cukup signifikan bagi pemilik akomodasi.
(*Drw)













