Dampak Perlambatan Ekonomi, Menkeu Purbaya Sebut Realisasi Pajak 2025 Belum Optimal

Realisasi Pajak 2025 Belum Capai Target Maksimal
Gaya Ceplas-Ceplos Menkeu Purbaya Dibandingkan dengan Gus Dur dan Rizal Ramli/(instagram )

Faktakendari.id, NASIONAL – Realisasi penerimaan pajak hingga akhir tahun 2025 dilaporkan belum berhasil mencapai target maksimal yang ditetapkan pemerintah. Perlambatan ekonomi, baik di level domestik maupun global, menjadi faktor utama yang menghambat optimalisasi pendapatan negara dari sektor perpajakan.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyoroti adanya tekanan ekonomi yang cukup berat sepanjang tahun lalu. Hal ini berdampak langsung pada kemampuan setor pajak dari berbagai sektor industri. Dilansir pada Jumat (2/1/2026), pernyataan Menkeu di media sosial pun langsung memicu beragam reaksi dari netizen.

Masyarakat melalui platform digital menyuarakan harapan agar pemerintah meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana pajak. Selain itu, tuntutan akan kemudahan pelayanan administrasi perpajakan menjadi aspirasi utama yang berkembang di tengah masyarakat saat ini.

Fokus Kebijakan Fiskal di Triwulan I 2026

Menanggapi capaian yang belum optimal tersebut, pemerintah kini tengah menyiapkan kebijakan fiskal yang lebih fleksibel untuk tahun 2026. Fokus utama tahun ini adalah menjaga dan menopang daya beli masyarakat agar roda ekonomi tetap berputar di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah optimis bahwa dengan langkah-langkah strategis yang sedang disusun, perbaikan ekonomi akan terlihat signifikan mulai triwulan pertama tahun 2026. Sektor konsumsi dan investasi diharapkan menjadi penggerak utama dalam pemulihan ini.

Beberapa poin strategi pemerintah untuk mengoptimalkan pajak di 2026 antara lain:

  • Fleksibilitas Fiskal: Penyesuaian aturan pajak yang lebih adaptif terhadap kondisi pasar.

  • Transparansi Dana: Meningkatkan akuntabilitas penggunaan pajak untuk pembangunan publik.

  • Digitalisasi Layanan: Mempermudah administrasi pajak untuk meningkatkan kepatuhan sukarela.

  • Daya Beli: Pemberian insentif yang tepat sasaran bagi masyarakat menengah ke bawah.

Menteri Keuangan menekankan bahwa dukungan masyarakat tetap menjadi modal penting bagi keberlangsungan pembangunan nasional. Dengan penguatan pondasi ekonomi di awal tahun, diharapkan realisasi penerimaan pajak ke depannya dapat kembali selaras dengan target pembangunan pemerintah guna menciptakan kesejahteraan nasional yang berkelanjutan.

(*Drw)